Kontingen Sumatera Utara menuntaskan penantian panjang di ajang Kejurnas POBSI 2026 dengan membawa pulang piala bergilir juara umum. Capaian itu menjadi yang pertama sejak terakhir berjaya pada 2017, sekaligus menandai kebangkitan biliar Sumut di level nasional.
Turnamen yang berlangsung di Jakarta tersebut menempatkan Sumut di puncak klasemen berkat koleksi tiga medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Di belakangnya tersusun kontingen Jawa Tengah, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat yang bersaing ketat hingga penutupan.
Rekap medali dan posisi kontingen unggulan
Dengan total tujuh medali, Sumatera Utara unggul secara keseluruhan dibanding tiga provinsi penantang utama. Kepulauan Riau, yang kerap menjadi perhatian pembaca di kawasan Riau dan Pekanbaru, turut masuk jajaran kontingen teratas meski belum mampu menggeser posisi juara umum.
Susunan perolehan itu menegaskan bahwa kekuatan biliar nasional kini tidak hanya terpusat di pulau Jawa. Kehadiran Sumut dan Kepri di barisan depan memberi warna persaingan antardaerah menjelang kalender besar berikutnya.
Evaluasi ketua pengprov menuju PON 2028
Ketua Pengprov POBSI Sumatera Utara, Muhammad Hidayat Batubara, menilai keberhasilan di kejurnas sebagai modal evaluasi, bukan titik akhir. Ia menekankan bahwa hasil ini menjadi barometer menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat pada 2028.
Dalam pernyataannya pada Jumat, 11 September 2026, Hidayat meminta atlet dan jajaran pengurus memanfaatkan sisa waktu sekitar satu tahun lebih untuk meningkatkan intensitas latihan. Targetnya tidak hanya prestasi di PON, tetapi juga pembekalan pemain agar siap tampil di ajang internasional.
Andalan belum maksimal, kepuasan belum penuh
Meski bertahta sebagai juara umum, Hidayat mengakui belum sepenuhnya puas. Sejumlah nomor yang selama ini menjadi andalan kontingen Sumut dinilai belum memberikan hasil maksimal di meja pertandingan.
Catatan tersebut menjadi bahan koreksi teknis dan mental bagi pelatih serta atlet. Perbaikan pada nomor-nomor kunci diharapkan menambal celah sebelum seleksi dan pemusatan latihan menuju PON XXII.
Artinya bagi pematangan atlet daerah
Bagi ekosistem olahraga daerah, termasuk pantauan pembaca di Pekanbaru terhadap perkembangan Kepri dan Sumut, kejurnas berfungsi sebagai ajang ukur kekuatan nyata. Peringkat tinggi tanpa jaminan medali di setiap nomor andalan menunjukkan bahwa konsistensi antar nomor masih perlu diperkuat.
- Fokus evaluasi pada nomor andalan yang belum optimal
- Pemanfaatan sisa waktu persiapan menuju PON 2028
- Penguatan daya saing antardaerah di luar pulau Jawa
Dengan piala bergilir kembali ke Sumatera Utara setelah sembilan tahun, tekanan untuk mempertahankan tren positif justru meningkat. Kerja keras di pusat latihan dan kompetisi internal akan menentukan apakah momentum 2026 benar-benar berlanjut di NTT–NTB dua tahun kemudian.
Secara keseluruhan, hasil Kejurnas POBSI 2026 menegaskan bahwa Sumut kembali berada di peta elite biliar nasional, sementara kontingen lain—termasuk Kepulauan Riau—memiliki acuan jelas untuk mempersempit jarak di edisi berikutnya.
Sumber: Sindo News.