RIAU
Indeks
Nasional

Puluhan Ambulans Relawan Disiagakan di Trisakti Usai Insiden Kapal Virgo di Laut Jawa

Kesiapan medis darurat menjadi fokus utama setelah Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa. Tim pencarian mengerahkan dukungan darat berupa ambulans Kapal Virgo yang disiapkan relawan bersama Basarnas di kawasan pelabuhan Banjarmasin, sementara warga di berbagai daerah termasuk Pekanbaru memantau perkembangan operasi SAR tersebut.

Kapal rute Surabaya–Banjarmasin itu membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Operasi gabungan kemudian diperkuat di udara maupun laut agar penumpang dan awak dapat segera ditemukan serta dialihkan ke fasilitas kesehatan.

Update evakuasi hingga siang hari

Data operasi hingga pukul 12.00 WITA mencatat 103 orang telah dievakuasi dari total penumpang di kapal. Dari jumlah itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan sisanya dalam kondisi selamat sesuai laporan unsur penolong di lapangan.

Proses pemindahan korban dilakukan bertahap melalui beberapa kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Informasi kondisi korban yang beragam—ada yang luka dan ada yang meninggal—mendorong pihak penolong mempercepat jalur medis di darat.

Arahan Basarnas untuk armada relawan

Koordinator Relawan BPK Gamer Yuka Banjarmasin, Gapuri, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat arahan Basarnas untuk menyiagakan ambulans di lokasi. Langkah itu diambil sebagai bentuk kesiapan menyambut kemungkinan kedatangan korban yang membutuhkan pertolongan cepat.

Menurut Gapuri, armada relawan mulai berkumpul sejak pagi dan terus bertambah hingga siang. Sekitar 30 ambulans relawan disiapkan sebagai dukungan tambahan, sementara ambulans milik pemerintah juga datang untuk memperkokoh layanan evakuasi medis.

Perlengkapan di Pelabuhan Trisakti

Ambulans yang bersiaga dilengkapi oksigen, tandu, sarung tangan lateks, dan masker. Peralatan tersebut diprioritaskan untuk penanganan awal sebelum korban diteruskan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Titik siaga utama berada di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Di sana, relawan menunggu kedatangan penumpang yang dievakuasi agar alur transfer dari kapal ke kendaraan medis tidak terhambat.

  • TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang: 15 selamat dan 1 meninggal, diarahkan ke Pelabuhan Tuban.
  • TB TCP mengevakuasi 38 orang dalam kondisi selamat.
  • MV Haida mengevakuasi 49 orang selamat; bersama TB TCP diarahkan ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Mengapa kesiapan darat penting

Gapuri menekankan bahwa informasi awal soal kondisi korban memaksa unsur penolong menyiapkan transportasi medis sejak dini. Dengan armada yang sudah standby, korban yang baru tiba dapat segera distabilkan tanpa menunggu lama di dermaga.

Basarnas juga memperkuat pencarian dengan unsur udara dan kapal SAR gabungan setelah laporan hilang kontak. Kombinasi operasi laut dan kesiapan darat di pelabuhan dinilai krusial karena jumlah orang di kapal mencapai ratusan dan cuaca buruk sempat menjadi catatan sebelum kontak terputus.

Bagi pembaca di Riau dan Pekanbaru, berita ini menjadi pengingat soal pentingnya standar keselamatan pelayaran antarpulau yang menjadi urat nadi logistik maupun pergerakan penumpang di Indonesia. Pemantauan resmi dari Basarnas dan relawan di Banjarmasin masih berlangsung seiring upaya menjangkau sisa penumpang yang belum tiba di titik aman.

Otoritas terkait terus mengoordinasikan data penumpang, status kesehatan, dan tujuan pelabuhan pendaratan agar keluarga mendapat kepastian. Masyarakat diminta mengikuti saluran resmi agar tidak tersebar informasi yang belum terverifikasi selama operasi masih berjalan.

Sumber: Liputan6.

Tag: Kapal Virgo Transport 8, Basarnas, ambulans relawan, Laut Jawa, Pelabuhan Trisakti, evakuasi penumpang, Banjarmasin, operasi SAR