RIAU
Indeks
Nasional

Hari Kelima, Tim SAR dan Keluarga Korban Sisir Perairan Anak Krakatau

Operasi pencarian jurnalis hilang Krakatau bersama tiga awak kapal terus digelar di perairan Banten. Hingga Sabtu, 12 September 2026, upaya itu telah memasuki hari kelima sejak kontak terakhir pada Senin, 7 September 2026. Tim SAR gabungan kembali menyusuri kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau, sementara dua keluarga korban ikut serta secara langsung di lapangan.

Bagi pembaca di Pekanbaru dan Riau, berita ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut keselamatan awak media yang bertugas meliput kawasan rawan. Informasi resmi dari Banten terus dipantau lantaran status gunung api dan kondisi laut memengaruhi kelancaran pencarian.

Kapal Polisi Dikerahkan dari Ciwandan

Salah satu armada yang diterjunkan adalah Kapal Polisi Sanjaya 7017. Keberangkatan unit tersebut dari Pelabuhan Ciwandan dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Hengki beserta jajaran. Kapal bertolak sekitar pukul 07.30 WIB dengan misi memantau sejumlah pulau di kawasan Krakatau.

Rute yang ditempuh mencakup pantauan kondisi pulau-pulau sekitar, termasuk Pulau Sertung. Perjalanan pulang-pergi diperkirakan mencapai 80 mil laut dengan kecepatan sekitar 10 knots, sehingga total waktu tempuh kurang lebih delapan jam. Kehadiran kapal polisi memperkuat koordinasi antarinstansi di medan pencarian yang luas.

Keluarga Korban Turun Langsung ke Lokasi

Dua keluarga korban memutuskan ikut serta dalam proses pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau. Keikutsertaan mereka menegaskan harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat. Dukungan moral keluarga juga menjadi penyemangat bagi personel SAR yang bekerja di area berisiko.

Partisipasi keluarga berlangsung seiring penyisiran perairan yang masih digelar secara berkala. Meski cuaca relatif teduh, kawasan setempat masih diliputi awan sehingga jarak pandang terbatas. Situasi itu menuntut kehati-hatian ekstra bagi seluruh tim di lapangan.

Status Anak Krakatau Tetap Siaga

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan petugas dilarang mendekati radius tiga kilometer dari kawah aktif. Pembatasan ini berlaku untuk seluruh aktivitas di sekitar gunung api tersebut.

Larangan radius aman menjadi acuan operasional agar pencarian tidak menambah risiko baru. Tim diarahkan menyisir zona yang diizinkan sambil terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik. Koordinasi dengan otoritas kebencanaan tetap dijalankan sepanjang hari operasi.

Tantangan Medan dan Harapan Keselamatan

Medan perairan Selat Sunda dan sekitar Krakatau menuntut ketahanan fisik serta peralatan memadai. Gelombang, tutupan awan, dan jarak tempuh kapal menjadi faktor yang memperlambat laju penyisiran. Meski demikian, operasi tetap dilanjutkan dengan armada dan personel yang tersedia.

  • Hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026
  • Lima jurnalis dan tiga awak kapal menjadi sasaran pencarian
  • Operasi hari kelima berlangsung Sabtu, 12 September 2026
  • Radius larangan tiga kilometer dari kawah aktif tetap berlaku

Harapan keluarga dan rekan sejawat tertuju pada temuan positif dalam waktu dekat. Setiap informasi lapangan dari kapal dan posko SAR akan menentukan langkah berikutnya, termasuk perluasan area atau penyesuaian metode pencarian.

Liputan Riau akan terus mengikuti perkembangan resmi terkait jurnalis hilang Krakatau tanpa menambah spekulasi. Keselamatan tim pencari dan kepastian nasib delapan orang yang belum ditemukan menjadi prioritas yang dinantikan publik di berbagai daerah, termasuk Riau.

Sumber: Sindo News.

Tag: jurnalis hilang, Anak Krakatau, tim SAR, Banten, Kapolda Banten, PVMBG, Selat Sunda, pencarian korban