RIAU
Indeks
Lingkungan

Ribuan Pelajar Pesisir Diajak Pahami Laut lewat Program TJSL Pertamina Shipping

Isu literasi kelautan kian relevan bagi pembaca di Riau yang akrab dengan pesisir dan alur pelayaran. PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat edukasi lingkungan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Ocean LiteraSEA, yang digarap bersama Inovasi Muda agar generasi muda lebih peduli ekosistem laut.

Keterangan resmi yang dirilis Kamis, 3 September 2026, menegaskan program ini bukan sekadar kampanye singkat. Sejak diluncurkan pada 2023, kegiatan tersebut telah menyentuh 61 sekolah di kawasan pesisir dan melibatkan lebih dari 3.600 siswa. Fokusnya menyiapkan anak muda yang kelak memutuskan arah pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Komitmen perusahaan pelayaran menyiapkan penjaga laut masa depan

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menekankan bahwa laut akan dikelola oleh generasi yang sedang duduk di bangku sekolah hari ini. Melalui Ocean LiteraSEA, perusahaan ingin menanamkan pemahaman, kepedulian, dan kemampuan mengambil keputusan yang berpihak pada kelestarian.

Pesan itu selaras dengan posisi PIS sebagai pemain di sektor pelayaran. Edukasi dini dinilai lebih efektif daripada hanya mengandalkan penegakan aturan di kemudian hari, terutama ketika tekanan sampah, aktivitas ekonomi, dan perubahan iklim semakin terasa di wilayah pesisir Nusantara.

Perubahan kebiasaan di sekolah Kotabaru

Dampak konkret terlihat di SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Guru Kusriati menuturkan, siswa mulai saling mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan. Kebiasaan itu pun dibawa ke rumah dan lingkungan keluarga, menandai pergeseran dari sekadar tahu menjadi mau bertindak.

Contoh tersebut menggambarkan pendekatan program yang menempatkan sekolah sebagai pusat perubahan sosial kecil namun konsisten. Ketika anak terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolah, peluang menularnya perilaku serupa ke komunitas sekitar menjadi lebih besar.

Dari pengetahuan menuju aksi dan peluang profesi maritim

Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, menyampaikan di Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 bahwa literasi kelautan tidak berhenti pada pengenalan masalah. Generasi muda perlu didorong beraksi, mengasah keterampilan, serta melihat peluang kerja dan profesi di sektor maritim.

Kerangka itu membuat Ocean LiteraSEA bergerak multiarah: membangun kesadaran ekologi, menumbuhkan tanggung jawab, dan membuka wawasan karier. Bagi daerah-daerah dengan pantulan ekonomi laut yang kuat, termasuk banyak wilayah di Sumatera, pendekatan serupa berpotensi mempertemukan edukasi lingkungan dengan kebutuhan tenaga terampil.

Capaian angka: guru, perpustakaan, sampah, dan beasiswa

Selain menjangkau siswa, program ini telah menghasilkan 41 guru tersertifikasi dan merevitalisasi 25 perpustakaan sekolah. Langkah itu memperkuat fondasi belajar jangka panjang, bukan hanya kegiatan sesaat di kelas atau pantai.

  • Lebih dari 3.600 siswa dan 61 sekolah pesisir terjangkau sejak 2023
  • 41 guru tersertifikasi serta 25 perpustakaan sekolah diperbarui
  • 3,86 ton sampah diurai melalui aktivitas terkait program
  • 15 pelaut muda menerima beasiswa penguatan kapasitas

Penguraian 3,86 ton sampah menjadi indikator bahwa edukasi diimbangi aksi lapangan. Beasiswa bagi 15 pelaut muda memperluas manfaat ke penguatan sumber daya manusia pesisir, sejalan dengan tujuan mempertemukan kepedulian lingkungan dan peluang ekonomi biru.

Bagi pembaca Pekanbaru dan Riau, pemberitaan ini menjadi pengingat bahwa investasi pada literasi kelautan di sekolah pesisir bersifat strategis. Meski lokasi kegiatan tersebar di berbagai daerah, semangat menjaga laut dan menyiapkan generasi pengambil keputusan tetap relevan di kawasan yang hidup dari sungai, selat, dan jalur niaga maritim.

Ke depan, perluasan kolaborasi antara pelaku industri pelayaran, komunitas inovator muda, dan sekolah-sekolah pesisir diharapkan terus memperbanyak ruang praktik, bukan hanya materi di atas kertas. Dengan begitu, kepedulian terhadap ekosistem laut tumbuh seiring keterampilan dan peluang yang nyata bagi anak muda.

Sumber: Sindo News.

Tag: literasi kelautan, Pertamina Shipping, Ocean LiteraSEA, sekolah pesisir, edukasi lingkungan, generasi muda, ekosistem laut, TJSL