RIAU
Indeks
Nasional

Beasiswa Pelindo Juara Dilanjutkan, Tiga Mahasiswa ITB Kembangkan Riset Industri

Program Beasiswa Pelindo Juara kembali digulirkan PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) bersama Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dukungan itu menyasar mahasiswa berprestasi agar riset tugas akhir mereka lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri, termasuk sektor pelabuhan dan kelautan yang juga strategis bagi kawasan pesisir seperti Riau.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Selain meringankan beban biaya pendidikan, skema ini membiayai penyelesaian tugas akhir tiga penerima beasiswa periode 2025-2026. Pengumuman resmi disampaikan Selasa, 1 September 2026.

Dukungan beasiswa dan pendanaan tugas akhir

PSL menegaskan beasiswa tidak hanya bersifat bantuan finansial. Penerima diharapkan menghasilkan karya yang berintegritas, berdaya saing, dan inovatif. Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT PSL Dewi Fitriyani menyatakan program memberi dukungan nyata kepada mahasiswa berpotensi agar terus mengasah kompetensi.

Menurut Dewi, semangat itu diarahkan agar lulusan siap menyongsong masa depan dengan karya yang bermanfaat. Pendekatan ini memadukan prestasi akademik dengan orientasi praktis di lapangan kerja maritim dan infrastruktur pelabuhan.

Kelanjutan program setelah periode perdana

Beasiswa Pelindo Juara bersama ITB pertama kali berjalan pada periode 2024-2025. Saat itu dukungan diberikan kepada tiga mahasiswa Program Studi Teknik Kelautan ITB, yaitu Raden Nayu Chadijah Asnawi, Muhammad Dawud Septiawan, dan Rijalulhaqqi Hamidi.

Evaluasi pelaksanaan perdana dinilai positif sehingga PSL melanjutkan skema serupa untuk 2025-2026. Pada gelombang kedua, penerima beasiswa adalah Andi Siti Nurhaliza Syahrul, Anastasya Br Barus, dan Muhammad Sulthan Jasir Mustafa. Topik riset mereka diarahkan agar relevan dengan pengembangan perusahaan.

Menghubungkan kampus dengan kebutuhan lapangan

Salah satu penerima, Andi Siti Nurhaliza Syahrul, menilai program membantu menyelesaikan studi sekaligus membuka ruang belajar pada proyek nyata. Ia menyebut kesempatan itu memungkinkan elaborasi teori perkuliahan dengan realitas operasional di industri.

Bagi pembaca di Pekanbaru dan wilayah Riau, arah riset kelautan serta pelabuhan memiliki nilai praktis. Aktivitas logistik di pelabuhan daerah membutuhkan SDM yang paham teknis lapangan, bukan sekadar teori di ruang kelas. Sinergi kampus-industri seperti ini dapat menjadi rujukan pola kerja sama serupa di perguruan tinggi setempat.

Fokus riset selaras industri pelabuhan

PSL menempatkan riset mahasiswa sebagai jembatan antara inovasi akademik dan tantangan operasional. Tema yang didorong mencakup isu yang dihadapi pengelola pelabuhan, teknik kelautan, serta pengembangan infrastruktur pendukung.

  • Beasiswa untuk mahasiswa berprestasi ITB
  • Pendanaan penyelesaian tugas akhir
  • Orientasi topik riset sesuai kebutuhan industri
  • Penguatan kompetensi SDM maritim dan pelabuhan

Dengan melanjutkan Beasiswa Pelindo Juara, perusahaan menegaskan komitmen TJSL pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Model pendampingan yang mengaitkan kampus dengan kebutuhan industri diharapkan menghasilkan lulusan siap pakai dan karya terapan yang bermanfaat lebih luas.

Ke depan, pola serupa dapat memperkaya ekosistem riset terapan di Indonesia. Bagi daerah dengan aktivitas pelabuhan aktif, termasuk Riau, ketersediaan talenta yang terbiasa menyelaraskan riset dengan praktik lapangan menjadi salah satu modal daya saing logistik dan jasa kepelabuhanan.

Sumber: Sindo News.

Tag: beasiswa pelindo juara, pelindo sinergi lokaseva, mahasiswa ITB, riset industri, teknik kelautan, TJSL, pelabuhan, SDM maritim