RIAU
Indeks
Nasional

Yayan dari Depok Santuni Tiga Yatim Usai Gabung Militer Rusia

Berita soal warga Indonesia yang bergabung militer asing kembali menarik perhatian, termasuk di kalangan pembaca di Pekanbaru dan Riau yang mengikuti isu WNI di luar negeri. Salah satunya adalah Wahyu Oktavian Iskandar, akrab dipanggil Yayan, yang viral sebagai tentara Rusia dan ternyata tetap menyalurkan bantuan ke tanah air.

Menurut data Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU), Yayan termasuk WNI yang direkrut dengan tawaran gaji tinggi ke militer Rusia. Laporan yang sama menyebut ia memperoleh visa Rusia dengan masa berlaku 14 April 2026 hingga 11 Agustus 2026.

Latar belakang di Depok dan hubungan dengan ketua RW

Yayan tinggal di wilayah RW 06 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Ketua RW setempat, Sugeng, mengenal sosoknya sejak lama, bukan sebagai pemuda yang selalu tenang di masa muda. Perkelahian dan urusan narkoba pernah mewarnai rekam jejaknya.

Kedua orang tua Yayan telah meninggal dunia. Ia anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedekatan dengan Sugeng tumbuh hingga terasa seperti hubungan ayah dan anak angkat. Ayah almarhum Yayan pernah berstatus marinir, sedangkan kakaknya anggota polisi.

Tekad berubah lewat jalur tentara Rusia

Sugeng menyampaikan, Yayan tak ingin terus terjebak di jalur kelam. Usianya pun sudah tidak muda; ia lahir pada 22 Oktober 1985. Cara yang dipilih untuk memulai babak baru adalah mendaftar menjadi tentara, dan ia menjelaskan kepada ketua RW bahwa yang dimaksud bukan pekerjaan satpam.

Informasi lowongan rekrutmen militer Rusia dari mana Yayan memperolehnya tidak dijelaskan kepada Sugeng. Yang jelas, niat berubah itu disampaikan secara terbuka. Percakapan tersebut disampaikan Sugeng saat ditemui media pada Rabu, 2 September 2026.

Santunan untuk tiga anak yatim dari perantauan

Setelah berangkat, Yayan diketahui mengirim uang untuk menyantuni anak yatim. Jumlah penerima bantuan yang disebut Sugeng mencapai tiga anak. Kiriman itu berlangsung sejak ia menjadi tentara Rusia, sebagai bentuk kepedulian kepada pihak yang ditinggalkan di Indonesia.

Komunikasi antara Sugeng dan Yayan tidak putus total. Keduanya masih terhubung lewat WhatsApp dan sesekali melakukan panggilan video. Dari percakapan itu, kondisi Yayan digambarkan masih baik. Ia mengaku tugasnya berada di lingkungan yang dekat dengan bahan peledak. Namun belakangan, kontak langsung sempat sulit dilanjutkan.

Harapan menata hidup setelah tugas

Di balik pemberitaan soal statusnya sebagai tentara Rusia, publik juga menyoroti sisi kemanusiaan Yayan yang menyisihkan penghasilan untuk anak yatim. Keinginan menata kehidupan personal, termasuk rencana menikah setelah selesai menjalankan tugas dan pulang, menjadi bagian dari narasi yang mengiringi kisahnya di tanah air.

Bagi pembaca di Pekanbaru, kisah ini mengingatkan pentingnya mengikuti perkembangan WNI di zona konflik atau dinas militer asing, tanpa mengabaikan dampak sosial di kampung halaman. Verifikasi data resmi dan komunikasi keluarga atau tokoh setempat tetap menjadi rujukan utama agar informasi tidak liar di media sosial.

Sampai saat ini, penegasan soal status dan keselamatan Yayan bertumpu pada kesaksian ketua RW serta catatan lembaga intelijen luar negeri Ukraina yang sudah beredar di ruang publik. Masyarakat diimbau mencermati sumber berita yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: Republika.

Tag: Yayan tentara Rusia, WNI militer Rusia, santuni anak yatim, Depok, Wahyu Oktavian Iskandar, ketua RW Depok, visa Rusia